Taufik Kurniawan: Anggota DPR yang Kunker ke Luar Negeri Harus Terbuka

taufik kurniawan

Agen Bola Terpercaya – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Taufik Kurniawan menuturkan bahwa kunjungan kerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat ke luar negara telah melintasi bermacam proses tahapan. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yg ikut pula diminta terbuka melaporkan hasil kunjungannya itu Sabung ayam online.

“Kunjungan keluar negara, ada sekian banyak tahapan. sabung ayam Dalam rapat pimpinan, selagi terkait prioritas legislasi, pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat bakal sesuaikan dalam tata tertib, tatib memperbolehkan,” kata Taufik di Gedung Dewan Perwakilan Agen Sabung Ayam Rakyat, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015).

“Utamakan hal keterbukaan kepada publik. Kajian butuh di sampaikan sebelum bertolak,” sambung Waketum PAN ini.

Taufik menjelaskan bahwa anggota Dewan Agen Bola  Perwakilan Rakyat yg mengikuti kunjungan keluar negara serta telah atas ijin fraksi masing-masing anggota. hal tersebut dulu dikonsultasikan bersama pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat.

“Dalam rapat konsultasi fraksi & pimpinan, disetujui kunjungan bukan buat faktor pengawasan. Tetapi mengenai legislasi,” ucapnya.

Pertanyaan pula muncul, kenapa anggota dewan tak memakai studi pustaka atau technologi teleconference yg mampu menghemat budget? Menurut Taufik, ada sekian banyak elemen yg butuh peninjauan segera.

“Kita dukung teleconference, namun tak semuanya dapat teleconference. Selektivitas, kajian infrastruktur, hukum kebiasaan, gimana mengkomparasi itu,” ujar Taufik.

Beliau menegaskan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat tak boleh menutupi kunjungan ke luar negara & mesti melaporkan akhirnya. Taufik pula mengklaim kunjungan keluar negara di musim 2014-2019 lebih efisiensi daripada masa dulu.

“Periode ini relatif lebih efisien dibanding musim dulu. Kita tak sembunyi-sembunyi pun,” ungkapnya.

Salah satu anggota yg terbuka mengenai kunjungan ke luar negara itu merupakan anggota Komisi III Arsul Sani yg bertolak ke Inggris bersama 8 anggota yang lain. Kunjungan itu utk menggali ilmu hukum rutinitas yg ada di RUU KUHP.

Di Inggris, mereka berjumpa dgn Petinggi Sektor Perundang-undangan Pidana Kementerian Kehakiman Inggris, ahli hukum pidana Oxford University, Amnesty International & Restorative Justice Council. sekarang, RUU KUHP yg diajukan pemerintah di buka bisa saja pemidanaan tindakan berdasar hukum yg hidup di masyarakat(the living law).

“Soal the living law di mana yg sanggup dipidana itu tak cuma sebatas tindakan pidana yg ada undang-undang tetapi aksi pidana yg ada di hukum etika yg setelah itu mampu dipidana. Lantaran itu jadi utama utk mendalami model common law criminal offences tersebut,” kata Arsul di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2015).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *