Supercell Siap Tembus Pasar Cina Setelah Mendapatkan Akuisisi Bernilai Rp114 Triliun oleh Tencent

Supercell-Tencent-Martin-Lau-Ikka-Photo

Sesudah info pembelian kepemilikan Supercell dari tangan Softbank terendus sejak bln dulu, hasilnya kreator game mobile Clash of Clans tersebut dengan cara resmi mengumumkan pemilik sekaligus partner strategis mereka yg baru. Tencent yang merupakan perusahaan game asal Cina dgn pendapatan paling besar di dunia resmi jadi pemilik baru sesudah membeli 84,3 % saham Supercell senilai US$8,6 miliar (kira kira Rp114 triliun).

Pembelian yg dilakukan oleh Tencent menciptakan nilai valuasi Supercell jadi US$10,2 miliar (kurang lebih Rp135 triliun), lebih tinggi US$1,2 miliar (Rp15 triliun) dari info pada awal mulanya. Porsi saham 84,3 % diperoleh bersama menebus seluruhnya saham milik Softbank yg dibeli mulai sejak dari 2013 dulu, pula milik karyawan Supercell sendiri.

Menembus tembok Cina

Dgn akuisisi yg dilakukan Tencent ini, Supercell bakal mendapati akses cepat ke pasar Cina yg dikenal amat potensial tetapi susah ditembus. Menurut data yg disebutkan oleh Niko Partners, satu buah perusahaan analisis pasar buat wilayah Asia, gamer mobile di Cina menghabiskan duit senilai US$5,5 miliar (kurang lebih Rp73 triliun) thn dulu, yg sebahagian akbar diserap oleh developer lokal.

Tencent sendiri mengoperasikan salah satu toko penerapan mobile paling besar di Cina, sekaligus mempunyai penerapan chat QQ & WeChat yg pun aktif dimanfaatkan warga negeri tersebut. Bermacam Macam platform yg dioperasikan oleh Tencent disebut-sebut menjangkau miliaran pembeli, bersama lebih kurang 300 juta orang di antaranya main game mobile dengan cara aktif di piranti masing-masing. Luasnya jangkauan Tencent di Cina menciptakan kesempatan Supercell utk menikmati pasar yg begitu menggiurkan itu terbuka lebar.

Masih jadi perusahaan independen

Walaupun Tencent bakal resmi jadi pemilik Supercell waktu transaksi pembelian ini selesai terhadap akhir 2016 kelak, developer sekaligus penerbit game mobile asal Finlandia tersebut tetap dapat beroperasi yang merupakan perusahaan independen layaknya kala dipunyai oleh Softbank dahulu. Kantor pusat Supercell bakal masihlah berada di Helsinki, & mereka mengklaim sanggup berkarya dengan cara bebas tidak dengan tekanan dari pasar aset.

Tencent mendalami bahwa Supercell ialah sekelompok tim mungil & independen yg mempunyai kultur unik. Kami mau Supercell tetap jadi ruang paling baik di dunia bagi individu-individu kreatif utk menciptakan game, ucap CEO Supercell Iikka Paananen dalam siaran pers mereka.

Walaupun masihlah berstatus yang merupakan yg paling kaya di kalangan penerbit penerapan mobile yang lain, Supercell sekarang tengah berjuang utk mempertahankan posisi karya-karyanya dalam deretan game terpopuler di semua dunia. Game andalah mereka, Clash of Clans, sejak mulai disalip oleh developer lain dari semua dunia dalam sisi popularitas. Di Indonesia sendiri, posisinya sbg game terpopuler belakangan ini sukses disusul oleh game lokal Tahu Bulat buatan Own Games.

 

Bandar Bola Terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *